Berapa Kali Sahabat Nabi Melaksanakan Umroh?

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Nabi Muhammad saw pernah berkata, “Kebaikan adalah tanda keimanan. Dan siapapun yang tidak baik, tidak memiliki keimanan.”

Dari kutipan di atas, maka dengan segala kehebatan dan kelebihan yang beliau miliki, Nabi Muhammad menjadi sosok yang dihormati oleh siapa saja, bahkan dari kalangan non-Islam.

Baca Juga :   Mengenal Muadz bin Jabal, Sahabat Nabi yang Terkenal Pandai

Tetapi tahukah kamu, berapa kali sahabat Nabi melaksanakan ibadah umrah sepanjang hidupnya?

Yaitu sebanyak 4 kali. Semuanya di bulan Dzulqa’dah, kecuali umrah yang mengiringi haji beliau. (yaitu) Umrah dari Hudaibiyah atau di tahun perjanjian Hudaibiyah di bulan Dzulqa’dah, Umrah di tahun berikutnya di bulan Dzulqa’dah, Umrah dari Ji’ranah, di mana beliau membagi ghanimah Hunain di bulan Dzulqa’dah, dan umrah ketika beliau haji. (HR. Bukhari 1780 & Muslim 1253).

Kemudian menurut sahih lain, Abdullah bin Umar ra meriwayatkan bahwa dia ditanya: “Berapa kali Rasulullah Saw melaksanakan umrah?” Dia menjawab: “Empat kali, salah satunya pada bulan Rajab”. Kata penanya, “Setelah itu saya berkata kepada Aisyah, “Wahai ibu, tidakkah engkau mendengar apa yang dikatakan oleh ayah Abdurrahman (yakni Abdullah bin Umar)?”

Baca Juga :   Kisah 70 Syuhada yang Meninggal di Gunung Uhud saat Perang

“Aisyah ra bertanya: “Apa yang ia katakan?” Penanya tadi menuturkan, “Abdullah bin Umar ra mengatakan bahwa Rasulullah Saw melaksanakan umrah empat kali dan salah satunya pada bulan rajab”. Kata Aisyah ra: “Semoga Allah memberikan rahmat kepada Abdullah bin Umar. Rasulullah Saw tidaklah melaksanakan umrah melainkan Abdullah bin Umar juga turut serta bersama beliau, dan beliau tidak melaksanakan umrah pada bulan rajab”. ( HR. Bukhari 1776)

Sama seperti Abdullah bin Umar, Anas bin Malik ra meriwayatkan bahwa dia ditanya: “Berapa kali Nabi Saw melaksanakan umrah?” Anas ra menjawab: “Empat kali, 1) Umrah pada peristiwa Hudaibiyah di bulan Dzul Qa’dah yang ketika itu beliau dihalangi oleh orang-orang musyrik. 2) Umrah pada tahun berikutnya pada bulan Dzul Qa’dah pula ketika berlangsung gencatan senjata antara beliau dengan orang-orang musyrik. 3) Umrah dari Ji’ranah, tempat beliau membagikan harta rampasan perang yang setahu saya adalah perang Hunain. 4) Umrah pada haji wada”. Saya tanyakan lagi: “Berapa kali Rasulullah Saw berhaji?” Anas ra menjawab: “Satu kali”.( HR. Bukhari 1778)

Sementara itu, diriwayatkan dari Qatadah bahwa dia bertanya kepada Anas bin Malik ra, mengenai umrah Nabi Saw, kemudian Anas menjawab: Nabi Saw melaksanakan umrah, 1) Ketika beliau dihalangi oleh orang-orang kafir. 2) Tahun berikutnya ketika berlangung perjanjian Hudaibiyah. 3) Pada bulan Dzul Qa’dah. 4) Umrah dalam rangka ibadah haji. ( HR.Bukhari 1779)

Berita Terkait