Betapa Sulitnya Membebaskan Kota Thaif

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Mendekati Kota Thaif, benteng pemanah langsung menyoroti kehadiran pasukan Muslim. Pasukan Thaif yang berada di ketinggian melepas anak panah melesat mendekati pasukan Muslim.

Situasi ini membuat balatentara Muslim kesulitan untuk menembus pertahanan Kota Thaif. Kota yang terletak di perbukitan itu dikelilingi benteng-benteng besar yang di atasnya terdapat pasukan panah.

Belum berhasil menguasai Thaif, Muslim mundur. Mereka memilih menghimpun kekuatan terlebih dahulu dan melawan kaum kafir dalam peperangan lain.

Perang Tabuk

Pasukan Muslim yang mundur beristirahat. Mereka fokus melaksanakan ibadah haji. Selesai melaksanakan rukun Islam kelima, mereka mendengar kabar pasukan Romawi hendak menyerang umat Islam.

Kabar ini sungguh menyakitkan, sebab ketika itu umat Islam sedang dalam kondisi sulit. Namun Rasul tetap menghimpun segala sumber daya yang ada. Muslim ketika itu mempersiapkan diri. Mereka mengumpulkan harta dengan segala kemampuannya.

Setelah itu, mereka bergerak menuju Tabuk. Ini adalah momentum bersejarah yang khas. Rasul berada di tengah-tengah 30 ribu pasukan.

Sampai di Tabuk. Tak ada balatentara Romawi muncul. Sementara umat Islam sudah bersiap untuk perang.

Kehadiran umat Islam ketika itu membuat masyarakat wilayah sekitar Tabuk tunduk kepada Rasul. Sebagian dari mereka memeluk Islam. Namun ada juga yang tetap memeluk keyakinan lama dan membayar jizyah untuk mendapatkan perlindungan.

Mendatangi Rasulullah

Insiden Tabuk telah menambah optimisme balatentara Muslim, sehingga mereka memberanikan diri menggempur Thaif. Sampailah kabar tersebut ke para masyayikh Bani Tsaqif dan Hawazin.

Sebelum terjadi pertumpahan darah, mereka sowan kepada Rasulullah di Makkah. Di sana para pembesar Thaif menyatakan wilayahnya terbuka untuk umat Islam. Masyarakat di sana berdedikasi dan mendukung dakwah Islam. Alhamdulillah.

Sejak itu, pembesar mereka, Urwan bin Mas’ud mengajak masyarakat setempat untuk berikrar tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya. Tawanan perang dibebaskan. Berhala Latta dan patung lainnya dimusnahkan. Semua pihak bersama-sama membangun tempat sujud dan menyebarluaskan ajaran Islam.

Penulis: Abarahmasrina

TFA manasek adalah perusahaan nasional yang telah berpengalaman dalam bidang handling jamaah haji-umrah, Layanan Visa & Tiket, Hotel & Katering, Transportasi dan Paket Wisata Timur Tengah.

Contact

  • Menara165
    Lobby Convention
    Jl. TB. Simatupang, Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 1256
  • Tel.: +1 998 150 30 20
  • Mail : info@tfamanasek.com

© 2021, TFA manasek. All Rights Reserved