Digitalisasi Menjadi Kunci Pengembangan Pariwisata Halal

Pelaku Industri Wisata RI Tawarkan Paket Murah Diving di Singapura

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Digitalisasi dinilai sangat penting dalam mendorong wisata halal. Khususnya dalam memasarkan Halal Park yang baru saja diluncurkan pada pertengahan April 2019 lalu. Pemerintah tengah mendorong digitalisasi untuk mengembangkan wisata halal.

Halal Park yang terletak di Gelora Bung Karno, Senayan, ini menyediakan beragam tempat berjualan. Mulai dari fashion, makanan, hingga industri kreatif lainnya. Pusat halal ini juga akan mendorong percepatan wisata halal.

“Digital itu sangat mendukung industri halal. Kalo kita viralkan ada halal park, bisa seluruh dunia yang mau datang. Telkom sediakan akses internet cepat disini,” kata Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo dalam media gathering di Halal Park, beberapa waktu lalu.

Tersebar di seluruh Indonesia

Telkom menyediakan empat Digital Valley dan 17 Digital Innovation Lounge. Semuanya tersebar di seluruh Indonesia. Juga co-working space di Halal Park yang menampung setiap kreativitas masyarakat dalam mengembangkan industri halal. Selanjutnya kreativitas itu divalidasi menjadi produk dan inovasi sesuai kebutuhan pasar.

Telkom siap menjadi inkubator, akselerator, dan katalisator yang menumbuhkembangkan seluruh ide anak bangsa. Sementara itu, Kementerian BUMN juga akan mengundang berbagai komunitas. Kemudian memberikan pelatihan untuk pengembangan kreativitas dalam industri halal.

“Kami akan mengadakan kolaborasi dengan 25 BUMN dan mengundang berbagai komunitas, membuka kelas kreatif gratis seperti kelas digital marketing dan sebagainya,” jelas Staf Khusus III Menteri BUMN RI Wianda Pusponegoro.

Kegiatan tersebut, kata Wianda, akan dipaksakan mulai dari jelang Ramadhan hingga Oktober 2019 mendatang. Berbagai event akan diadakan setiap jumat – minggu di Halal Park.

Halal Park akan menjadi ekosistem para pelaku bisnis yang bergerak pada industri gaya hidup halal dari hulu ke hilir. Tidak hanya sebatas pada bidang bisnis fesyen dan makanan dan minuman, tetapi juga bidang lain seperti pariwisata, pendidikan, dan keuangan.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, industri halal di Indonesia berkembang sangat pesat. Menurut Global Muslim Travel Index, wisata halal Indonesia menempati peringkat pertama dari 130 negara lain, termasuk Malaysia, Turki, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Qatar, Maroko, Bahrain, Oman, Brunei, dan lainnya. Ini menjadikan industri gaya hidup halal sebagai angin segar bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Tahun lalu sebanyak 140 juta wisatawan muslim datang ke Indonesia dengan total spending online hingga 35 miliar dolar AS. Jumlah turis muslim dunia terus meningkat dari tahun ke tahun, dan pada 2020 diproyeksikan akan mencapai sejumlah 158 juta orang.

Berita Terkait