Kisah Hajar Jahanam, Oleh-Oleh Haji yang Sering Dicari Jamaah

oleh-oleh haji

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Salah satu oleh-oleh haji yang sering diperbicangkan adalah hajar jahanam. Sebuah batu ajaib yang konon mampu meningkatkan kaum pria pada malam jumat.

Oleh-oleh haji ini banyak diajajahkan di Arab Saudi saat musim haji maupun di hari biasa. Tak hanya itu, bahkan banyak yang menjajahkannya di tempat penginapan para jamaah itu tinggal.

Bagi penduduk Makkah, baik itu penduduk asli atau warga Indonesia yang bermukin di sana, musim haji tentu menjadi waktu yang paling berkah bagi mereka. Perputaran uang terasa lebih cepat dari biasanya.

Ada kisah menarik mengenai batu yang sekilas tampak merah tua berbentuk pipih ini. Dikutip dari buku berjudul Orang Madura Naik Haji karya Abdul Mukti Thabrani, bahwa saat musim haji tiba, semua warga di sana bergiat mencari rezeki.

Baca Juga :   Mau Asyik Keliling Dunia? Jadilah Tour Leader yang Berkompeten

Begitu rombongan jamaah haji itu datang, para mukimin ini sudah menyiapkan sejuta jurus untuk mengisi pundi-pundi demi menyongsong masa depan yang lebih cerah.

Tak ketinggalan, salah satu mahasiswa Al-Azhar, Mesir yang berasal dari Madura juga masuk ke dalam jajaran pencari rezeki itu.

Namanya Mahfud, mahasiswa asal Madura ini ingin sekali merasakan nikmatnya berdagang di musim haji. Namun, pengalaman dan kemampuan dia dalam berbicara tak memenuhi syarat menjadi pedagang.

Mahfud lantas memilih menjadi pedagang dadakan di sana. Barang yang ia jajakan adalah hajar jahanam dan hati onta.

Modal yang tak sebara itu ia dapat dari sanaknya yang telah lebih dulu bermukin di Saudi. Dengan modal minim, dirinya berharap mendapat untung yang melimpah.

Tanpa pikir panjang, ia pun langsung menghamparkan dagangannya itu di sekitaran asrama haji. Kerja dimulai, di hari pertama itu, Mahfud berbekal semangat yang menggebu.

“Mari-mari para jamaah. Ini hati unta yang sudah dikeringkan, mujarab untuk penyakit asma, liver, jantung, dan stroke, sesuai dengan sabda Nabi bahwa hati unta ini merupakan obat segala macam penyakit,” kata Mahfuz.

Harganya murah, lanjut Mahfuz, cukup lima rial satu bungkus. Mari, mari. Ini juga yang tak kalah dahsyat, hajar jahannam, dijamin para bapak akan menjahannamkan istrinya berkali-kali, dijamin puas, dijamin nikmat. Mari, mari.

Dan, hasilnya lumayan. Bisa menutupi biaya perjalanan dari Mesir ke Saudi dan bisa menutupi biaya hidup selama setahun di Kairo, tempat ia menimba ilmu.

Mahfud memang tidak seberuntung Kadir, temannya yang jadi tenaga musiman dari kementerian agama, yang masuk seleksi yang diadakan KBRI Kairo.

Kalau menjadi tenaga musiman ini, bukan lumayan lagi, tetapi bisa beli mobil. Selama musim haji. gajinya kira-kira 50 juta rupiah. Wow, keren, man! Mahasiswa dapat 50 juta, keren habis!

Namun, tak apalah, yang penting Mahfud bisa haji dan mendapat untung. Perkara jadi petugas atau tidak, itu urusan Allah Swt., yang penting ia sudah berusaha semaksimal mungkin

“Hati unta dan hajar jahannam, terima kasih, ya Allah Engkau telah memberiku kemudahan dalam musim ini, tetapi bukan berarti aku mendapat julukan haji jahanam? Kalau haji unta, nggak apa-apa, lumayan,” batin Mahfud, dikutip dari okezone.com.

Berita Terkait