Ini Sisi Kelam Bunga Sukara Jepang yang Jarang Diketahui

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Bunga sakura yang bermekaran memang indah. Tapi ada sisi kelam di balik musim Cherry Blossom yang banyak diburu turis ini. Apa saja?

Musim berseminya bunga sakura di Jepang sering dimanfaatkan warga lokal maupun wisatawan buat piknik alias hanami. Di balik keindahannya, rupanya tersembunyi sisi kelam mekarnya bunga sakura yang jarang diketahui orang.

Dikumpulkan tfanews.com dari beberapa sumber, Senin (15/4/2019), berikut beberapa sisi buruk saat bunga sakura mekar:

1. Terlalu ramai orang

Musim bunga sakura mekar memicu banyak wisatawan untuk datang liburan ke Jepang. Akibatnya apa? Banyak destinasi untuk melihat Sakura Blossom, seperti Ueno Park yang dipadati turis.

Banyaknya wisatawan yang ingin melihat bunga sakura mekar membuat suasana jadi kurang nyaman. Semakin padat orang tentu membuat sumpek dan jadi tidak bisa menikmati keindahan sakura secara leluasa.

2. Hotel penuh dan harganya mahal

Banyaknya wisatawan yang datang untuk melihat bunga sakura mekar berarti permintaan hotel atau tempat menginap tinggi juga. Sesuai hukum ekonomi, tingginya permintaan tentu membuat harga hotel akan jadi naik juga.

Sementara jumlah wisatawan membeludak, tidak diimbangi dengan ketersediaan jumlah kamar yang memadai sehingga seringkali wisatawan kesulitan untuk mencari hotel. Tentunya harus pesan jauh-jauh hari, dengan harga yang tidak murah pula.

3. Bisa sebabkan alergi

Ternyata bagi sebagian orang yang sensitif, bunga sakura bisa menyebabkan alergi. Tepatnya, bagian serbuk sari bunga sakura yang terbawa angin bisa mengganggu saluran pernafasan.

Beberapa orang dilaporakan mengalami gatal-gatal pada mata, sampai hidung meler gara-gara alergi pollen sakura. Jangan heran kalau musim bunga sakura, banyak warga Jepang yang malah memakai masker. Itu sebagai salah satu cara untuk menghindari alergi.

4. Jadi simbol perang

Selama Perang Dunia Kedua, bunga sakura rupanya menjadi simbol kebanggaan bagi tentara-tentara Jepang. Pilot-pilot kamikaze (pasukan bunuh diri) bahkan mengecat kelopak bunga sakura di pesawat mereka atau di tank-tank perang.

Mereka juga membangun pesawat tempur yang dinamai ‘Ohka’ atau Cherry Blossom. Warga Jepang percaya arwah tentara yang gugur di perang akan bereinkarnasi sebagai bunga sakura.

5. Banyak makanan serba sakura

Musim sakura melahirkan sebuah tren baru, yaitu banyaknya pedagang makanan serba sakura. Mulai dari mochi, es krim, sampai snack-snack lain diberi warna, rasa, bahkan isi filling berbau sakura.

Akibatnya banyak wisatawan yang datang bukan untuk menikmati keindahan bunga sakura mekar, tapi malah asyik jajan. Padahal esensi dari hanami adalah kebersamaan dan bersyukur atas ciptaan Tuhan.

6. Memicu kelakuan buruk turis

Musim bunga sakura memang mendatangkan wisatawan mancanegara. Tapi terkadang kelakuan para wisatawan ini justru tidak menghormati tradisi Hanami yang sudah berlangsung selama ratusan tahun.

Banyak turis yang melakukan aksi vandalisme saat musim sakura. Mereka merontokkan bunga sakura, atau bahkan sampai memanjat-manjat pohon sakura. Semua itu hanya demi bergaya di sosial media.

Banyak yang menyayangkan kelakuan buruk turis-turis ini, termasuk pula warga dan media-media lokal Jepang. Sudah sepatutnya kita sebagai turis ikut merayakan bunga sakura mekar sesuai dengan yang dilakukan warga lokal.

TFA manasek adalah perusahaan nasional yang telah berpengalaman dalam bidang handling jamaah haji-umrah, Layanan Visa & Tiket, Hotel & Katering, Transportasi dan Paket Wisata Timur Tengah.

Contact

  • Menara165
    Lobby Convention
    Jl. TB. Simatupang, Kec. Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta 1256
  • Tel.: +1 998 150 30 20
  • Mail : info@tfamanasek.com

© 2021, TFA manasek. All Rights Reserved