Kerinduan Zubair Akan Syahid

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Sosok Zubair radhiyallahu ‘anhu yang sangat merindukan syahid. Bahkan Setiapkali dirinya memasuki medan tempur, kerinduan akan mati syahid itu membuncah dalam jiwanya.

Namun, takdir berkata lain. Setiap ikut dalam perang, Zubair tidak pernah terbunuh.

Baca Juga :   Sikap Teladan Nabi Muhammad Terhadap Orang-orang Jahil

Saking besarnya keinginan Zubair untuk mati syahid, Zubair sampai-sampai menamai anak-anaknya dengan nama-nama para syuhada.

Dia menamai putranya dengan nama ‘Abdullah dengan maksud meniru nama ‘Abdullah bin Jahsy, orang yang pertama kali dijuluki julukan Amirul Mukminin dan salah seorang yang gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud.

Putranya yang bernama Mush’ab telah dinamai dengan nama tersebut dengan maksud mencontoh nama Mush’ab bin Umair, seorang yang gugur sebagai syahid dalam Perang Uhud. Sementara, putranya yang bernama Hamzah, dinamai dengan nama tersebut dengan maksud mencontoh nama singa Allah dan rasul-Nya, yaitu Hamzah bin Abi Muthalib.

Baca Juga :   Gelar 'Syahid Hidup' yang Diberikan Rasul kepada Thalhah Bin Ubaidillah

Sama halnya dengan Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu, Zubair adalah orang kaya. Hartanya cukup melimpah.

Meski demikian, dia gemar mensedekahkan hartanya kepada fakir miskin. Saking gemarnya bersedekah hingga dia tidak meninggalkan harta benda sedikitpun. Beliau adalah sosok sahabat yang mencurahkan jiwa dan hartanya di jalan Allah.

Zubair dan Thalhah bin Ubaidillah hidup dalam keadaan keduanya saling bersaudara karena Allah, hingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Thalhah dan Zubair adalah dua tetanggaku di surga (nanti).”

‘Ali radhiyallahu ‘anhu pergi untuk melihat jenazah Zubair yang telah berlumuran darah. ‘Ali membalikkan jenazah Zubair itu guna menciumnya. Saat itu dia menangis sambil berkata: ”Demi Allah, sungguh dia adalah pedang Allah yang selalu membela Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Jasad Zubair pun dikuburkan di samping jasad Thalhah agar mereka berdua dapat saling berdampingan di dalam kubur, sebagaimana ketika berada di dunia. Mereka telah menjadi dua orang yang saling bersaudara, lalu mereka berdua akan menjadi tetangga Rasulullah di dalam surga, sebagaimana sabda beliau, “Thalhah dan Zubair adalah dua tetanggaku di Surga.

Berita Terkait