Pemerintah Arab Saudi Buka Kembali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi

Pemerintah ARab Saudi

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Setelah sebelumnya ditutup hingga beberapa waktu, kini Masjidil Haram, Kota Makkah dan Masjid Nabawi, Kota Madinah kembali dibuka untuk beribadah. Mengutip stasiun televisi pemerintah Arab Saudi Al-Ekhbariya bahwa setelah melakukan sterilisasi dua tempat ibadah tersebut, kini telah dibuka kembali.

Penutupan sementara kedua tempat ibadah tersebut untuk merupakan upaya Pemerintah Arab Saudi menghalau penyebaran virus corona yang sedang menlanda sejumlah negara termasuk negara setempat.

“Pemerintah Arab Saudi membuka kembali dua tempat suci Islam, Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah, setelah keduanya sempat ditutup untuk sterilisasi demi menghambat penyebaran virus Corona (COVID-19),” sebagaimana disampaikan stasiun televisi Al-Ekhbariya yang dikutip dari kantor berita Reuters, Jumat, 6 Maret 2020.

Baca Juga :   6 Rekomendasi Destinasi Wisata di Slovakia

Proses sterilisasi tempat ibadah itu telah dijadwalkan sejak Kamis, 5 Maret 2020. Proses tersebut dilakukan tepat satu jam setelah menjalankan ibadah sholat Isya pada hari Kamis hingga satu jam sebelum pelaksanaan shalat Subuh pada hari jumat dini hari.

Penyebaran virus corona yang semakin masik di sejumlah wilayah di dunia ini membuat Pemerintah Saudi melakukan langkah preventif serta meningkatkan kewaspadaan.

Hal tersebut terllihat dari sikap Pemerintah Saudi untuk sementara menunda pemberangkatan ibadah umroh dari seluruh dunia, bahkan penundaan itu berlaku bagi warga Saudi.

Penundaan ibadah umroh tersebut dilakukan lantaran pemerintah setempat mengantisipasi terjadinya perkumpulan manusia dalam jumlah besar, sehingga dapat dengan mudah memperlancar penyebaran virus corona.

Dikutip dari AFP, menurut data statistik Pemerintah Saudi bahwa pada tahun 2018 jumlah keseluruhan jamaah umroh dari berbagai penjuru dunia bisa mencapai 18,3 juta.

Sebagai langkah antisipatif, dikutip dari Reuters, Pemerintah Arab Saudi sudah mempersiapkan 25 rumah sakit untuk menangani pasien virus corona jika jumlah penderitanya meningkat.

Baca Juga :   Ternyata Perilaku Turis dari 6 Negara ini Kerap Memalukan Negara Asalnya

Juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi, Mihammed Abdelali mengatakan bahwa pada 25 rumah sakit yang telah disediakan itu terdapat 2.200 tempat tidur untuk karantina pasien virus corona.

Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Arab Saudi belum secara resmi mengeluarkan stattemen terkait dengan pembukaan kembali kedua tempat ibadah paling penting bagi umat Islam tersebut.

Berita Terkait