Pemerintah Arab Saudi Izinkan Ekspat Kunjungi Makkah dan Madinah

Arab Saudi

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Demi mencegah penyebaran virus corona lebih masif, Pemerintah Arab Saudi menutup sementara jamaah umroh dari luar maupun dalam negari.

Sejak diumumkannya warga Arab Saudi yang terjangkit virus mematikan tersebut, Pemerintah setempat memperluas jangkauannya untuk juga berkunjung ke Masjid Nabawi di Madinah.

Meski demikian, Kementerian Dalam Negari  Saudi mengizinkan warga ekspatriat untuk berkunjung ke Makkah maupun Madinah, dengan catatan mereka tidak menjalankan ibadah umroh.

Dilansir dari Arab News, Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatkan bahwa tujuan dari larangan tersebut adalah untuk membatasi penyebaran virus corona dan mencegah aksesnya ke Dua Masjid Suci yang mana ini adalah tempat keramaian yang bisa saja jadi salah satu media penyebaran virus, di Saudi, 5 Maret, 2020.

Baca Juga :   Ternyata Ini Cerita Dibalik Kuil Kucing di Jepang

Selanjutnya, Wakil Menteri Haji Saudi, Abdulfattah Mashat menyatakan bahwa warga Arab Saudi dan ekspatriat masih bisa mengunjungi Mekah dan Madinah untuk berdoa asalkan mereka tidak pergi untuk umrah.

“Mekah masih terbuka untuk pengunjung dari seluruh Kerajaan, keputusannya hanya menunda kegiatan Umrah,” jelasnya kepada TV Al Arabiya.

Virus Corona di Arab Saudi

Pada Rabu 4 Maret 2020, Kementerian Kesehatan setempat menyatakan bahwa seorang warga Saudi terjangkit virus corona setelah melakukan perjalanan melintasi Bahrain. Orang tersebut ternyata pernah berkunjung ke Iran.

Seperti diketahui, Iran merupakan salah satu negara dengan korban virus corona terbanyak di dunia. Bahkan korban itu mrenggut salah satu nyawa pejabat penting negara itu.

Pihak berwenang telah mengkarantina 70 orang yang sudah melakukan kontak dengan pasien dan 51 dari mereka dinyatakan negatif virus.

Sekarang ada lebih dari 3.150 kasus di Timur Tengah, hampir semuanya ada di Iran yang memiliki 2.922 kasus yang dikonfirmasi dan 92 kematian. Pihak berwenang melarang perjalanan ke luar negeri untuk para pejabat.

Baca Juga :   Sriwijaya Air Kembali Dipercaya Layani Penerbangan Haji 2019

Namun demikian, para ahli terus khawatir bahwa Iran tidak transparan tentang seberapa parahnya negara itu terkena dampaknya.

“Penyebaran virus ke hampir semua provinsi Iran menyisakan sedikit keraguan bahwa pihak berwenang berjuang untuk mengatasi wabah,” kata Torbjorn Soltvedt, seorang analis di konsultan risiko Verisk Maplecroft.

Pemerintah Arab Saudi menanggung biaya pengobatan bagi mereka yang terindikasi COVID-19, penyakit yang disebabkan virus corona. Termasuk pemeriksaan medis, diagnosa hingga obat-obatan.

Berita Terkait