Pemerintah Arab Saudi Makin Serius Bangun Kawasan Wisata Al Ula

wisata al ula

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Komisi Kerajaan untuk Al Ula (RCU) mengumumkan bawah Kerajaan Arab Saudi membuka permohonan izin untuk pembangunan sektor pariwisata di kawasan wisata Al Ula pada 15 Maret 2020.

Kebijakan di kawasan wisata Al Ula tersebut dilakukan untuk mengembangkan sektor pariwisata Kerajaan Arab Saudi dan upaya melepas ketergantungan pada sektor migas, dikutip dari Arab News, 11 Maret 2020.

Wilayah wisata ini merupakan kawasan lembah di Arab Saudi yang dipenuh dengan perkebunan palem yang sangat luas, lengkap degan wadi dan sungai.

Kawasan ini menyimpan nostalgia ke abad ke-6 sebelum masehi. Juga terdapat keindahan reruntuhan kota tua yang menyajikan arsitektur Arab tradisiona.

Secara geografis, letaknya sangat strategis karena dilalui sejumlah rute perdangan rempah-rempah dari Mesir, Suriah, dan Afrika Utara pada masa lalu.

Baca Juga :   Wow! Dinas Pariwisata Daerah Ini Legalkan Ganja Guna Tarik Wisatawan

Selanjutnya, RCU telah memberi rincian tahap awal program pembangunan perkotaan di wilayah ini. Upaya pembangunan ini dilakukan untuk mendorong pembangunan kota yang berkelanjutan.

“Izin pembukaan untuk bangunan perumahan dan komersial di Al Ula Selatan adalah langkah pertama menuju pertumbuhan,” kata Pimpinan Eksekutif (CEO) RCU Amr Al-Madani dalam keterangan resmi.

Pembangunan Kawasan Wisata Al Ula

Amr Al-Madani mengatakan bahwa pembangunan kota tersebut juga dilakukan untuk menunjang kehidupan masyarakat setempat.

“Kami telah meluncurkan serangkaian program dan inisiatif, termasuk program pelatihan untuk 3.500 penduduk asli Aljazair dan lebih dari 900 pekerjaan,” kata Amr Al-Madani.

Untuk tahap pertana, izin pembangunan akan dilakukan di Al-Azizia dan Al-Salam. Masyarakat yang punya lahan di tempat tersebut diberi izin membangun properti guna menyokong keberlangsungan kehidupan perkotaan di sana.

Baca Juga :   3 Perpustakaan Paling Terkenal di Arab Saudi

Langkah itu mengikuti sejumlah proyek pembangunan untuk meningkatkan infrastruktur pariwisata Al Ula, termasuk perluasan Bandara Domestik Pangeran Abdul Majeed bin Abdul Aziz. Bandara Domestik tersebut akan disiapkan untuk menerima 400.000 pengunjung setiap tahun dan meningkatkan statusnya sebagai pusat logistik.

“Kami sedang berupaya mengangkat Al Ula sebagai model kota untuk pariwisata, pertumbuhan ekonomi dan pengembangan masyarakat,” ucap Al-Madani.

Program pengembangan akan mencakup infrastruktur, telekomunikasi dan sistem transportasi. Tujuannya untuk meningkatkan layanan yang diberikan kepada masyarakat dan turis.

Berita Terkait