Peristiwa Penting Ini Terjadi pada Bulan Rajab, Apa Saja?

perang tabuk

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Bulan Rajab adalah salah satu bulan dalam kalender Hijriah yang mempunyai peranan penting bagi umat Islam. Dengan tidak mengecilkan bulan lainnya, bulan Rajab mempunyai banyak keistimewaan.

Seperti firman Allah dalam Surat Al-Maidah ayat 2, bulan Rajab adalah bulan di mana tidak boleh ada pertumpahan darah. Kecuali apabila kaum muslim diserang terlebih dahulu.

Pada bulan ini pula, Rasulullah SAW melaksanakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu peristiwa Isra’ Mi’raj. Tepatnya pada tanggal 27 Rajab tahun 10 kenabian.

Baca Juga :   Batu Pijakan Nabi Ibrahim Bernama Maqam Ibrahim

Dalam perjalanan yang menempuh jarak yang amat panjang ini namun membutuhkan waktu sekjap mata saja, Rasulullah menerima perintah shalat lima waktu dari Allah SWT.

Pada tahun kesembilan Hijriah, tercatat telah terjadi perang terbsar dalam sejarah Nabi Muhammad SAW. Peristiwa ini juga terjadi pada bulan yang sama.

Perang itu adalah perang Tabuk di mana Nabi menampakkan kepiawainnya dalam merancang srategi peperangan. Hal ini cukup unik menyusul biasanya Nabi hanya memberi kode-kode saja, sehingga dapat menyulitkan musuh karena susah dibaca.

Dalam perang ini, Rasulullah bersama 30 ribu pasukan muslim berangkat untuk berjihad di jalan Allah. Pasukan yang disebut dengan julukan Jaisyul Usrah ini berangkat pada musim panas yang amat berat di Tabuk.

Sesampainya di Tabuk, Nabi Muhammad SAW berpidato untuk membakar semangat pasukan muslim. Namun, peperangan ini tidak terjadi lantaran musuhnya tidak datang. Musuhnya adalah pasukan Romawi, yang ternyata malah bersembunyi di di benteng Syam.

Baca Juga :   Asal-usul Orang Arab, Riwayat dan Silsilahnya

Peristiwa yang tak kalah penting pada bulan ini peristiwa pembebasan Baitul Maqdis. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 28 Rajab, tahun 583 Hijriah yang bertepatan dengan 2 Oktober 1187. Pasa kisah pembebasan ini, umat Islam diserang terlebih dahulu.

Baitul Maqdis berhasil dibebaskan Salahuddin Al-Ayubi atau Yusuf bin Najmuddin al-Ayyubi. Salahuddin mulai menggerakkan pasukkannya pada Jumadil Awal 583 Hijriah dan mulai melakukan penyerangan pada 26 Rabi Al-Thani 583 Hijriah.

Setelah berhasil merobohkan dinding Palestina pada 25 Rajab 583 Hijriah, Salahuddin merebut kembali kota suci tiga agama tersebut dan membebaskan Baitul Maqdis.

Salahuddin selanjutnya mempersilahkan penguasa Palestina sebelumnya angkat kaki tanpa ada pertumpahan darah. Palestina sebelumnya berada di bawah kekuasaan Tentara Salib usai Perang Salib I.

Berita Terkait