Salman Al-Farisi Tertipu, Nabi Muhammad dan Para Sahabat Bertindak

Salman Al-Farisi

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Salman Al-Farisi adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad yang punya kisah unik saat masuk Islam. Dari penyematan namanya, Al-Farisi, berarti orang yang berasal dari Farsi, atau Persia. Tepatnya di Desa Jayyun, Kota Isfahan, Persia. Kini tempat ini berada di Negara Iran.

Salman Al-Farisi berjuang keras demi bisa bertemu dengan junjungan hatinya, Muhammad SAW. Awalnya Salam diperintahkan oleh sang ayah untuk mengemban suatu tugas. Pekerjaan itu mengharuskannya bepergian.

Singkat cerita, di tengah perjalanan dirinya bertemu dengan seorang yang pemuka agama Nasrani. Sekilas, Salman tertarik dengan cara orang itu beribadah. Dia pun lantas bertanya satu dua hal hingga pada perjalanan selanjutnya ia menemukan satu pendeta Nasrani yang menyuruhnya untuk bertemu dengan Nabi yang diramalkan.

Baca Juga :   Umar bin Khattab Menitikan Air Mata Melihat Penderitaan Nabi

Hatinya menggebu ingin bertemu dengan Nabi yang diceritakan tadi. Dia lantas meminta kepada rombongan kafila dagang Bani Kalb untuk mengantarkannya ke Arab. Tak disangka, setelah menyerahkan seluruh harta bendanya, Salam malah dijual kepada sepupu dari ketua kafila dagang itu.

Singkat cerita, Salman dibawah ke Madinah. Di sanalah dia bertemu dengan Nabi Muhammad. Dan memeluk agama Islam. Setelah itu, Nabi perintahkan kepadanya untuk meminta merdeka kepada majikannya jika ia bisa melunasinya.

Kepada majikannya, sebagaimana dalam buku Akhlak Rasul Menurut Al-Bukhari dan Muslim (Abdul Mun’im al-Hasyimi, 2018), Salman al-Farisi berjanji akan menanam 300 benih pohon kurma dan menyerahkan 40 uqiyah (1 uqiyah setara dengan 119 gram perak, jadi 40 uqiyah sama dengan 4,76 kg perak), sebagai harga yang harus dibayar untuk kemerdekaannya. Dan sang majikan menyetujui itu, dikutip dari Nu.co.id.

Setelah kesepakatan itu disetujui, Nabi lantas meminta para sahabat untuk mencari bibit kurma sebanyak 300. Salman dapat bagian membuat lubang untuk ditanam. Mereka pun bergotong royong menanam bibit kurma yang sudah terkumpul.

Satu persyaratan telah terpenuhi, namun Salman al-Farisi masih memiliki satu tugas lagi; menyetor 40 uqiyah kepada majikannya. Tak disangka, rupaya untuk melunasi utang tersebut, Nabi Muhammad membawakan emas seukuran telur ayam kepada Salamn. Setelah melunasi utangnya, Salman pun kembali menjadi manusia merdeka.

Baca Juga :   Sisi Lain Masyarakat Jahiliyah

“Dan budak-budak yang kamu miliki yang menginginkan perjanjian, hendaklah kamu buat perjanjian dengan mereka, jika kamu mengetahui ada kebaikan pada mereka, dan berikanlah kepada mereka sebagian dari harta Allah yang dikaruniakan-Nya kepadamu,” kata Nabi Muhammad.

Berita Terkait