Serangan Turki ke Suriah Diprotes, Seorang Pria Kurdi Bakar Diri

Serangan Turki ke Suriah

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Serangan Turki ke Suriah menuai banyak protes dari berbagai kalangan. Salah satunya Ali Wezir (31) yang membakar diri pada 23 Oktober di luar gedung PBB di Jenewa, Swiss.

Wezir, seorang pengungsi Kurdi Suriah yang memprotes Serangan Turki ke Suriah itu tinggal di Jerman, menderita luka bakar pada 80% tubuhnya setelah membakar diri di depan markas besar Komisaris Tinggi.

Keluarganya mengatakan aksi bakar diri itu untuk menarik perhatian global pada serangan Turki terhadap Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung Amerika di Suriah bagian timur laut.

Baca Juga :   Gunung Ciremai Ditutup untuk Pendakian 17 Agustus 2019

“Saya berbicara dengannya dua hari sebelum tindakannya itu, dan dia terus mengatakan ingin kembali [ke Suriah],” kata saudara perempuannya, Mehbuba, kepada VOA seperti dikutip Sabtu (26/10/2019).

Silvain Guillaume-Gentil, juru bicara kepolisian Jenewa, mengatakan kepada para wartawan bahwa Wezir diterbangkan ke rumah sakit di Lausanne begitu kobaran api pada tubuhnya berhasil dipadamkan.

Serangan Turki ke Suriah di Mata Amerika Serikat

Sementara itu, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa serangan Turki ke Suriah “bukanlah kapasitas kami”, dan menyebut bekas sekutu AS, Kurdi “bukan malaikat”.

AS menghadapi kritikan keras karena menarik pasukannya dari Suriah, dimana beberapa orang mengatakan bahwa keputusan tersebut sama saja dengn memberi lampu hijau bagi Turki untuk melancarkan serangan lintas perbatasan terhadap pasukan pimpinan Kurdi.

Trump mengatakan kepada salah seorang wartawan di Gedung Putih bahwa AS “bukanlah agen kepolisian”.

Baca Juga :   Empat Amalan yang Dianjurkan Untuk Muslim Selama Perjalanan

“Sudah saatnya kita pulang,” katanya.

Dewan Perwakilan Rakyat AS memberikan suara besar untuk menolak keputusan penarikan pasukan AS dari Suriah oleh presiden, dengan Demokrat dan sesama Republik Trump yang menyetujui langkah tersebut.

Ketua DPR Nancy Pelosi kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa Trump mengalami “kehancuran” selama pertemuan dengan para pemimpin kongres tentang Suriah, yang akhirnya ditinggalkan oleh politisi Demokrat setelah presiden diduga memanggilnya “politisi kelas tiga,” menurut Senator Chuck Schumer.

Sementara itu, Trump mengarahkan tuduhan yang sama kepada Pelosi.

Turki melancarkan serangan di bagian utara Suriah seminggu yang lalu untuk mendorong kembali anggota milisi Kurdi Suriah dari perbatasan yang disebut Unit Perlindungan Rakyat (YPG). Selain itu, mereka juga bermaksud menciptakan “zona aman” di sepanjang sisi perbatasan Suriah, di mana dua juta Pengungsi Suriah dapat dimukimkan kembali.

Operasi militan Turki terjadi setelah Trump memerintahkan penarikan pasukan AS dari daerah tersebut.

Pasukan yang dipimpin Kurdi telah menjadi sekutu utama AS dalam perang melawan Negara Islam di Suriah dan ada kekhawatiran destabilisasi yang dapat menyebabkan kebangkitan militan.

Berita Terkait