Setelah Islam masuk, Thaif Menjadi Kota Dakwah Islam

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Setelah berhasil membebaskan Kota Thaif, agama Islam semakin berkembang di sana. Dakwah agama Allah berjalan mudah dan diterima masyarakat setempat.

Mengutus sahabat berdakwah di Thaif

Rasulullah pun mengutus beberapa sahabatnya  menuju Thaif untuk menyiarkan tauhid. Salah satu yang masyhur adalah Abdullah bin Abbas (619-687).

Sejarah mencatatnya sebagai sahabat yang teliti dan jeli dalam meriwayatkan hadis. Ketika mendengar ada sebuah hadis, Abdullah akan melacak asal-usulnya.

Dia tak segan untuk mendatangi rumah para periwayat hadis tersebut demi memastikan keasliannya. Hal ini dilakukan untuk mencegah umat Islam dari hadis palsu.

Maklum, setelah Rasulullah wafat, nabi palsu bermunculan. Mereka kemudian mengucapkan sabda-sabda yang diklaim sebagai inspirasi dari Tuhan.

Dimakamkan di Thaif

Pengunjung mendoakan para sahabat yang dimakamkan dekat Masjid Abdullah bin Abbas

Tak seperti sahabat lain yang akhir hayatnya berada di Kota Suci Makkah dan Madinah, Abdullah justru sudah merencanakan akhir hayatnya di Thaif. Baginya, terlalu mulia apabila jasadnya dikubur di Kota Suci.

Di usia ke-81 tahun, putra Abbas ini tutup usia. Jenazahnya dikubur tepat di samping tempat sujud yang dulu pernah dipakai Rasulullah melaksanakan shalat. Kelak bangunan tersebut dinamakan masjid Abdullah bin Abbas.

Selain Abdullah, ada pula sahabat lainnya, seperti Muhammad bin Hanafiah yang dikenal sebagai anak Ali bin Abi Thalib dari istri selain Fatimah.

Lainnya adalah Uswah bin Mas’ud yang masyhur sebagai penderma 70 unta untuk penduduk Thaif. Mereka dimakamkan di kompleks masjid yang sama.

 

Penulis: Abarahmasrina

Berita Terkait