Slot Time Haji Indonesia Diupayakan Lebih Awal

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Upaya slot time yang diperuntukan penerbangan haji Indonesia dapat dilakukan lebih Awal. Hal ini diungkapkan Slot Coordination Manager Tibah Airport Bandara, Prince Mohammed Bin Abdulaziz Madinah Khalid Almuhaimad

Selain itu hal tersebut juga dikatanya ketika bertemu dengan jajaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), di Kantor Kemenag lantai 5 Jalan Lapangan Banteng Barat Jakarta. Senin (14/10).

Baca Juga :   Total 173 Hotel Siap Melayani Jamaah Haji 2019

Khalid yang didampingi beberapa staf Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah termasuk Konsul Haji Endang Jumali disambut Dirjen PHU Nizar, Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim serta Kepala Seksi Penyiapan Transportasi Udara Edayanti.

Khalid bersama pihaknya terus mengupayakan agar slot penerbangan haji Indonesia bisa dilakukan lebih awal, namun dia memberikan beberapa catatan agar perusahaan penerbangan Indonesia segera menyerahkan jadwal agar pihaknya dapat langsung memprosesnya.

Baca Juga :   Kekhasan Desain dan Bahan Dasar Pemukiman Turaif

“Tentu apa yang tadi diminta Pak Dirjen tentang slot time kami akan mengupayakan dengan catatan penerbangan sesegara mungkin meyerahkan jadwal kepada kami supaya kami bisa memproses slot time, karena kami tidak bisa memproses hal itu kalau tidak ada usulan dari perusahaan penerbangan supaya slot time bisa dilakukan diawal waktu ketika ada pengusulan,” kata khalid.

Terkait pengangkutan khusus kursi roda jemaah haji pada layanan fast track. Fast track merupakan program dari Arab Saudi yang tujuan utamanya adalah memberikan kelancaran terhadap jemaah haji.

Fast track merupakan fasilitas layanan yang diberikan kepada 2 negara awalnya, Malaysia dan indonesia, tapi tahun 2019 fasilitas ini sudah diberikan 5 negara antara lain Indonesia, Malaysia, Bangladesh, India dan Tunisia, tetapi yang menjadi permasalahan adalah fast track lebih fokus kepada penumpang sedangkan tas dan barang bawaan diangkut oleh perusahaan yang terpisah.

“Kami selaku Tibah tidak ikut campur didalam permasalahan ini, seharusnya saat kontrak tas dimasukkan sekaligus kursi roda tadi itu sehingga bisa bersamaan dengan tas,” jelas Khalid.

Dirjen PHU Nizar juga mengepresiasi pihak Tibah Airport untuk membuka seluas-luasnya pengajuan slot time penerbangan Indonesia apabila disetujui pihak bandara Madinah tersebut.

“Penjajakan slot time pendaratan pesawat di Madinah bisa disetujui pihak otoritas bandara madinah, tanggapan dari arab saudi membuka seluas luasnya diajukan bahkan seminggu dari jadwal penerbangan juga bisa dilakukan,” tuturnya.

Untuk merealisasikan hal tersebut Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Muhajirin Yanis akan segera berkoordinasi dengan pihak maskapai penerbangan baik Garuda Indonesia maupun Saudia Airlines agar kedua maskapai tersebut berkomunikasi dengan pihak Tibah Airport Madinah.

“Terkait hal itu kita akan koordinasi dengan mereka (Garuda dan Saudia) bagaimana kepustusannya dengan kedua maskapai tersebut agar mengetahui bagaimana kesulitannya. kalau kita sudah mendapatkan slot time dari awal ini kan bisa membantu merotasi peswat lebih awal,” kata Muhajirin.

Berita Terkait