Tak Sedikit Hoaks Beredar, Dirjen PHU Luruskan Informasi

antrean haji

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Imbas dari kebijakan penghentian sementara jamaah umrah oleh Pemerintah Arab Saudi terkait menyebarnya virus corona menimbulkan banyak informasi menyesatkan (hoaks) yang beredar di masyarakat.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nizar Ali pun mengambil kesempatan untuk meluruskan beberapa informasi hoaks yang menyesatkan bagi masyarakat.

Baca Juga :   Tidak Hanya Tropis, Ini 5 Kota Dingin di Indonesia

“Isu yang lagi santer saat ini mengenai wabah virus corona yang berimbas pada pemberangkatan ibadah umrah karena beberapa waktu yang lalu Pemerintah Arab Saudi memberhentikan sementara visa umrah,” ujar Nizar melansir dari Ihram.co.id.

informasi ini diberitakan oleh media bahwa penyelenggaraan ibadah umrah selama 2020 akan ditutup. Nizar menegaskan, kebijakan Pemerintah Arab Saudi dilakukan demi keselamatan umat, tetapi tidak sepenuhnya benar. Saat ini Ka’bah sudah dibuka kembali dan dapat dipastikan sebentar lagi akan dibuka untuk ibadah umrah.

Bahkan, dirinya juga menyebutkan, ibadah haji tahun ini tetap akan diselenggarakan. Menurut dia, saat ini tim persiapan penyelenggaraan ibadah haji sudah sebulan di Arab Saudi untuk menjalankan kontrak penginapan dan transportasi jamaah haji.

Informasi lainnya mengenai biaya penyelenggaraan ibadah haji yang dikelola oleh BPKH. Dalam hitungan normalnya, biaya penyelenggaraan ibadah haji sekitar Rp 69 juta per jamaah. Namun, dengan adanya dana optimalisasi haji yang dikelola oleh BPKH, biaya tersebut hanya Rp 35 juta.

Baca Juga :   Cirebon Dikunjungi Sejuta Wisatawan

Kemudian ia menegaskan, dana itu masih ada dan tidak digunakan untuk infrastruktur negara seperti informasi hoaks yang berkembang saat ini. Berikutnya, ia mengingatkan jamaah haji untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus memahami proses pelaksanaan ibadah haji. Hal ini perlu dilakukan agar jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji dengan lancar.

Dalam penutupnya, Nizar juga menginformasikan bahwa tahun ini jamaah haji Jawa Barat diberangkatkan melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Namun, jamaah masih diinapkan di Asrama Haji Bekasi untuk proses akhir sterilisasi jamaah haji.

“Pemberangkatan jamaah haji gelombang satu akan diterbangkan langsung menuju Tanah Suci dimulai pada tanggal 26 Juni 2020. Jadi, pada tanggal 25 Juni 2020, jamaah haji sudah masuk ke embarkasi,” ucap Nizar.

Berita Terkait