Tanggapan MUI Terkait Tawaf

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Tak sedikit di antara calon jamaah bertanya-tanya terkait pelaksanaan Tawaf yang dilakukan di lantai 2 dan 3 Masjidil Haram.

Melihat hal ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun angkat bicara. MUI mengatakan, bahwa hal tersebut merupakan perkara biasa yang tidak perlu dibesar-besarkan atau diperdebatkan.

Baca Juga :   13,4 Juta Wisatawan Kunjungi Lampung

“Tawaf itu sudah biasa di lantai 2 dan lantai 3 Masjidil Haram dan itu sah saja hukumnya,” kata Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Cholil Nafis melansir dari Ihram.co.id.

Lebih lanjut dirinya menyampaikan, keputusan itu juga tidak akan menghalangi keabsahan ibadah tawaf karena masih dilakukan di dalam Masjidil Haram.

Sementara itu, Wakil Ketua MUI Muhyiddin Junaidi menegaskan, bahwa pelaksanaan tawaf di lantai 2 dan 3 tidak akan mengganggu keabsahan ibadah tawaf.

Baca Juga :   Persoalan Terbesar Pariwisata Indonesia: Leletnya Birokrasi

Bahkan menurutnya pelaksanaan tawaf di lantai atas Masjidil Haram juga bukan merupakan sebuah fenomena baru.

Keputusan tersebut juga sudah lama dilaksanakan pemerintah Arab Saudi dengan alasan kapasitas lantai bahwa masjid yang tidak cukup menampung jamaah. Jadi hal tersebut bukan suatu hal yang aneh.

Berita Terkait