Wadi Mujib Yordania, Grand Canyon Khas Timur Tengah

Wadi Mujib Yordania

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Wadi Mujib merupakan cagar yang terletak di lanskap pegunungan di sebelah timur Laut Mati, di bagian selatan lembah Yordania, sekitar 90 kilometer (56 mil) selatan Amman.

Cagar alam Wadi Mujib mempunyai luas 212 kilometer persegi (82 mil persegi), dibangun pada 1987 oleh Royal Society for Conservation of Nature. Tempat ini penting baik secara regional maupun internasional, terutama untuk kehidupan sepesial burung di Yordania.

Pada 2011, UNESCO resmi mendeklarasikan cagar Wadi Mujid sebagai biosfer Mujib. Wilayahnya meluas ke gunung Kerak dan Madaba di utara dan selatan, yakni mencapai 900 meter (3.000 kaki) di atas permukaan laut.

Cagar alam Wadi Mujib terdiri dari gurun, pegunungan berbatu, dengan tebing dan kanyon yang membelah dataran tingginya. Sungainya mengalir secara terus-menerus ke arah pantai Laut Mati.

Baca Juga :   Jelajahi Honduras, Negeri Elok yang Berbahaya

Lebih dari 300 spesies tanaman, 10 spesies karnivora dan banyak spesies burung permanen maupun bermigrasi mendiami tempat ini.

Ada beberapa tempat yang sulit dijangkau manusia, oleh sebab itu, tempat ini menjadi tempat yang aman buat flora dan fauna di tempat ini. Sementara lereng tanah yang ada di pegunungan Wadi Mujib, jarang ditumbuhi tanaman.

Wadi Mujib Yordania dama Alkitab

Selain bisa menikmati keindahan tebing layaknya grand canyon di Amerika, anda juga bisa menemukan mata air panas, yaitu Hammamat Ma’in yang berada di dekat perbatasan cagar alam ini, tempat ini digunakan sebagai tempat wisata dan tempat latihan buat militer.

Lebih dari itu, untuk menamba daftar wisata di tempat ini, ada Bendungan Mujib yang selesai dibangun pada 2004 yang berada di bagian bawah wadi. Bendungan ini dialiri oleh 7 anak sungai, sehingga membuat airnya tak pernah surut.

Wadi, atau danaunya sendiri dikenal dengan nama Aliran Sungai Arnon, yang disebut dalam Alkitab. Di sana disebutkan bahwa ia merupakan sungai di Yordania yang mengalir ke arah Laut Mati sepanjang 420 meter (1.380 kaki) di bawah permukaan laut.

Saat zaman es terakhir berlangsung, ketinggian air Laut Mati mencapai 180 meter (590 kaki) di bawah permukaan laut, sekitar 240 meter (790 kaki) lebih tinggi daripada sekarang.

Baca Juga :   Mencengangkan! Destinasi Wisata Stonehenge Ternyata Sudah Berumur Ribuan tahun

Akibatnya, ia membanjiri daerah bawah tebing kanyon di sepanjang tepian danau ini, yang kemudian menjadi teluk dan mulai proses penumpukan sedimen.

Ketika kondisi iklim berubah, sekitar 20.000 tahun yang lalu, ketinggian air danau turun, membuat kanyon yang muncul kembali terhalang oleh danau.

Berita Terkait