Wisata Sejarah di Saudi, Ini 5 Situs Warisan Dunia UNESCO

wisata sejarah di Saudi

Bagikan

Share on facebook
Share on whatsapp
Share on twitter
Share on email

Wisata sejarah di Saudi merupakan wisata sejarah lintas generasi yang merentang sejak zaman dulu kala. Banyak warisan sejarah yang menarik untuk dikunjungi di negari para Nabi ini.

Berbicara wisata sejarah di Saudi, Tanah Suci bagi umat Islam ini tidak hanya menyimpan warisan budaya Islam saja, namun juga ada warisan sejarah sebelum Islam datang.

Sebagian tempat sejarah itu sudah menjadi warisan dunia UNESCO yang artinya merupakan peninggalan sejarah dunia, meski sejarah administrasi masuk ke wilayah Pemerintahan Saudi.

Negara padang pasir ini tengah genjar membesarkan sektor pariwisatanya. Hal ini sejalan dengan visi Saudi 2030 dalam rangka melepas ketergantungannya akan minyak bumi.

Baca Juga :   Setelah Setengah Abad, Potongan Lukisan Batu Gadis Gipsi Turki Kembali

Pada September lalu, Pemerintah Saudi meluncurkan visa bagi wisatawan asing. Seperti diketahui, sebelumnya Saudi tidak membuka visa wisata bagi warga asing. Kerajaan Saudi hanya membuka visa untuk perjalanan bisnis dan ibadah saja.

Nah, karena Pemerintah Saudi sudah membuka visa wisata bagi warga asing, maka Anda harus tahu tempat-tempat menarik apa saja yang ada di Arab Saudi.

5 Wisata Sejarah di Saudi Wajib Dikunjungi

1. Mada’in Saleh

Pernah dengar cerita tentang kaum Tsamud dan Nabi Saleh? Ini tempatnya. Menurut sejarah, kota ini dihuni pada 300 SM.

Mada’in Saleh kini dipromosikan sebagai tempat wisata yang indah dan penuh sejarah. Di sana, kamu akan menemukan rumah-rumah yang dibuat dengan cara memahat batu-batu raksasa.

Pahatan yang ada di tempat ini mirip dengna yang ada di Petra. Para ahli mempercayai keduanya dibangun oleh Kerajaan Nabatean. Mada’in Saleh merupakan ibukota kedua setelah Petra.

2. Distrik At-Turaif di Ad-Diriyah

Berada di pinggiran Riyadh, tempat ini merupakan bagian penting dari sejarah Arab Saudi. Ratusan tahun lalu, tempat ini adalah pusat perdagangan yang mempertemukan pedagang asal Asia, Afrika, dan Eropa. Di sini pula, kerajaan Arab Saudi lahir.

Di pusat kota Ad-Diriyah, terdapat distrik bernama At-Turaif. Di distrik ini berdiri empat istana yang merupakan tempat tinggal anggota kerajaan Arab Saudi ratusan tahun yang lalu.

3. Al-Balad

Berada di pinggiran Jeddah, orang mengelanya dengan ‘gerbang menuju Mekkah’. Sebelum adanya pesawat terbang, para jama’ah haji di seluruh dunia harus menempuh jalur laut.

Meski tak seramai dulu, Al-Balad bukanlah kota mati. Masih banyak penduduk yang tinggal di sana. Bahkan, masih banyak jama’ah haji yang mampir untuk membeli oleh-oleh di pasar Al-Balad.

Baca Juga :   Pesona Mesir dengan Wisata Musim Dinginnya

4. Seni Batu di Kawasan Ha’il

Saudi bisa dibilang sangat kaya akan bebatuan dengan petroglif unik di permukaannya. Salah satunya adalah jajaran bebatuan di bukit Umm Sinman, Al-Manjor, dan Raat di kawasan Ha’il.

Kebanyakan objek gambar dari seni batu ini adalah kuda dan unta. Para ahli memprediksi petroglif-petroglif ini telah berusia 10.000 tahun!

5. Oasis Al-Ahsa

Ternyata, negara yang 95 persen wilayahnya terdiri dari gurun pasir ini menyimpang keindahan seperti di negara tropis, tentu saja dengan warna-warna hijau seperti di Indonesia.

Jangan khawatir, Saudi punya Oasis Al-Ahsa yang sangat besar, konon kabarnya oasis ini merupakan yang terbesar di dunia. Selain pemandangan alam, di sini juga ada situs-situs bersejarah seperti masjid Jawatha, situs arkeologi Ain Qannas, dan benteng Qasr Ibrahim.

Berita Terkait