Luar Biasa! Rumah-rumah di Desa Gokayama Ini Sudah Berusia Ratusan Tahun

Gokayama adalah suatu wilayah dalam kota Nanto di Prefektur Toyama, Jepang dan telah ditetapkan dalam Situs Warisan Dunia UNESCO karena rumah-rumah tradisionalnya sudah berusia lebih dari 250 Tahun. Bertahannya gaya arsitektur tradisional ini dikaitkan dengan lokasi region tersebut yang terpencil di hulu sungai Shōgawa. Hal ini juga menjadi alasan mengapa gaya hidup dan budaya Gokayama tetap sangat tradisional selama bertahun-tahun setelah sebagian besar negara dimodernisasi. Rumah tradisionalnya bernama Gassho-zukuri yang berarti Dibangun seperti Tangan Dalam Doa karena atap rumah pertanian curam menyerupai tangan para biksu Buddha yang ditekan bersama dalam doa. Gaya arsitektur rumah-rumah di desa ini telah berkembang selama beberapa generasi dan dirancang untuk menahan sejumlah besar salju tebal yang jatuh di wilayah tersebut selama musim dingin. Atap rumahnya dibuat tanpa paku dengan ruang loteng besar yang digunakan untuk membudidayakan ulat sutera. Saat ini, beberapa gassho-zukuri modern telah dibuat sebagai sebuah kamp untuk dikunjungi oleh kelompok anak-anak sekolah agar mereka merasakan suatu pengalaman dari kehidupan di desa-desa pegunungan yang terjal ini.

Bagikan

Gokayama adalah suatu wilayah dalam kota Nanto di Prefektur Toyama, Jepang dan telah ditetapkan dalam Situs Warisan Dunia UNESCO karena rumah-rumah tradisionalnya sudah berusia lebih dari 250 Tahun.

Bertahannya gaya arsitektur tradisional ini dikaitkan dengan lokasi region tersebut yang terpencil di hulu sungai Shōgawa.

Gokayama adalah suatu wilayah dalam kota Nanto di Prefektur Toyama, Jepang dan telah ditetapkan dalam Situs Warisan Dunia UNESCO karena rumah-rumah tradisionalnya sudah berusia lebih dari 250 Tahun. Bertahannya gaya arsitektur tradisional ini dikaitkan dengan lokasi region tersebut yang terpencil di hulu sungai Shōgawa. Hal ini juga menjadi alasan mengapa gaya hidup dan budaya Gokayama tetap sangat tradisional selama bertahun-tahun setelah sebagian besar negara dimodernisasi. Rumah tradisionalnya bernama Gassho-zukuri yang berarti Dibangun seperti Tangan Dalam Doa karena atap rumah pertanian curam menyerupai tangan para biksu Buddha yang ditekan bersama dalam doa. Gaya arsitektur rumah-rumah di desa ini telah berkembang selama beberapa generasi dan dirancang untuk menahan sejumlah besar salju tebal yang jatuh di wilayah tersebut selama musim dingin. Atap rumahnya dibuat tanpa paku dengan ruang loteng besar yang digunakan untuk membudidayakan ulat sutera. Saat ini, beberapa gassho-zukuri modern telah dibuat sebagai sebuah kamp untuk dikunjungi oleh kelompok anak-anak sekolah agar mereka merasakan suatu pengalaman dari kehidupan di desa-desa pegunungan yang terjal ini.

Hal ini juga menjadi alasan mengapa gaya hidup dan budaya Gokayama tetap sangat tradisional selama bertahun-tahun setelah sebagian besar negara dimodernisasi.

Rumah tradisionalnya bernama Gassho-zukuri yang berarti Dibangun seperti Tangan Dalam Doa karena atap rumah pertanian curam menyerupai tangan para biksu Buddha yang ditekan bersama dalam doa.

Gaya arsitektur rumah-rumah di desa ini telah berkembang selama beberapa generasi dan dirancang untuk menahan sejumlah besar salju tebal yang jatuh di wilayah tersebut selama musim dingin.

Gokayama adalah suatu wilayah dalam kota Nanto di Prefektur Toyama, Jepang dan telah ditetapkan dalam Situs Warisan Dunia UNESCO karena rumah-rumah tradisionalnya sudah berusia lebih dari 250 Tahun. Bertahannya gaya arsitektur tradisional ini dikaitkan dengan lokasi region tersebut yang terpencil di hulu sungai Shōgawa. Hal ini juga menjadi alasan mengapa gaya hidup dan budaya Gokayama tetap sangat tradisional selama bertahun-tahun setelah sebagian besar negara dimodernisasi. Rumah tradisionalnya bernama Gassho-zukuri yang berarti Dibangun seperti Tangan Dalam Doa karena atap rumah pertanian curam menyerupai tangan para biksu Buddha yang ditekan bersama dalam doa. Gaya arsitektur rumah-rumah di desa ini telah berkembang selama beberapa generasi dan dirancang untuk menahan sejumlah besar salju tebal yang jatuh di wilayah tersebut selama musim dingin. Atap rumahnya dibuat tanpa paku dengan ruang loteng besar yang digunakan untuk membudidayakan ulat sutera. Saat ini, beberapa gassho-zukuri modern telah dibuat sebagai sebuah kamp untuk dikunjungi oleh kelompok anak-anak sekolah agar mereka merasakan suatu pengalaman dari kehidupan di desa-desa pegunungan yang terjal ini.

Atap rumahnya dibuat tanpa paku dengan ruang loteng besar yang digunakan untuk membudidayakan ulat sutera.

Gokayama adalah suatu wilayah dalam kota Nanto di Prefektur Toyama, Jepang dan telah ditetapkan dalam Situs Warisan Dunia UNESCO karena rumah-rumah tradisionalnya sudah berusia lebih dari 250 Tahun. Bertahannya gaya arsitektur tradisional ini dikaitkan dengan lokasi region tersebut yang terpencil di hulu sungai Shōgawa. Hal ini juga menjadi alasan mengapa gaya hidup dan budaya Gokayama tetap sangat tradisional selama bertahun-tahun setelah sebagian besar negara dimodernisasi. Rumah tradisionalnya bernama Gassho-zukuri yang berarti Dibangun seperti Tangan Dalam Doa karena atap rumah pertanian curam menyerupai tangan para biksu Buddha yang ditekan bersama dalam doa. Gaya arsitektur rumah-rumah di desa ini telah berkembang selama beberapa generasi dan dirancang untuk menahan sejumlah besar salju tebal yang jatuh di wilayah tersebut selama musim dingin. Atap rumahnya dibuat tanpa paku dengan ruang loteng besar yang digunakan untuk membudidayakan ulat sutera. Saat ini, beberapa gassho-zukuri modern telah dibuat sebagai sebuah kamp untuk dikunjungi oleh kelompok anak-anak sekolah agar mereka merasakan suatu pengalaman dari kehidupan di desa-desa pegunungan yang terjal ini.

Saat ini, beberapa gassho-zukuri modern telah dibuat sebagai sebuah kamp untuk dikunjungi oleh kelompok anak-anak sekolah agar mereka merasakan suatu pengalaman dari kehidupan di desa-desa pegunungan yang terjal ini.

Laporan: Fahlaivi