Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) akan melakukan mitigasi bencana di sejumlah destinasi wisata. Hal ini tak lepas dari insiden meninggalnya dua wisatawan Malaysia dan warga lokal. Akibat longsornya kawasan air terjun Tiu Kelep di Lombok Utara saat gempa melanda.
Tiu Kelep
Kepala BPBD NTB Muhammad Rum mengatakan, sejatinya objek wisata Tiu Kelep tidak direkomendasikan untuk dikunjungi. Akibat dampak gempa yang melanda Lombok pada tahun lalu.
“Sebenarnya Tiu Kelep tidak dibuka karena belum siap. Kemarin saya sudah diskusi dengan Kadispar (Kepala Dinas Pariwisata NTB) dan sudah ditutup lagi,” ujar Rum di Lombok Barat, NTB, Jumat (22/3).
Jalur Rinjani
Rum menyampaikan air terjun Tiu Kelep dan jalur pendakian Gunung Rinjani masih ditutup dari kunjungan wisatawan saat ini. Kata Rum, saat insiden di Tiu Kelep, rombongan wisatawan Malaysia dibawa oleh pramuwisata yang tidak memiliki lisensi resmi sehingga tidak mengetahui soal kondisi potensi bencana yang ada di destinasi wisata.
“Sudah ada intruksi dari Pak Gubernur dan Ibu Wagub agar semua destinasi wisata dipastikan mitigasi bencana dan aman dari ancaman bencana,” kata Rum.
Pemprov NTB juga akan memetakan destinasi wisata yang dinilai rawan bencana. Juga langkah-langkah pemanganan darurat saat terjadi bencana.
“Akan ada rambu, informasi evakuasi, dan perkuatan infrastruktur di destinasi wisata. Juga edukasi mitigasi bencana kepada para pramuwisata,” ucap Rum.